Sedangkan satu korban luka dikabarkan telah mendapatkan bantuan medis di klinik terdekat yang berada di sekitar kawasan Monkey Forest Ubud.
Terkait kejadian ini, pihak Monkey Forest menyebut pohon tumbang disebabkan akibat angin kencang saat cuaca ekstrem yang berada di luar kendali manusia.
"Dengan berat hati kami menginformasikan bahwa terjadinya insiden patahnya dahan pohon akibat angin kencang di kawasan Monkey Forest Ubud," begitulah yang disampaikan pihak Mandala Suci Wenara Wana yang diunggah di akun Instagram @monkeyforestsanctuaryubud pada hari Selasa, 10 Desember 2024.
"Kami secara rutin melakukan pemantauan dan pemangkasan pohon sebagai bagian dari komitmen kami terhadap keselamatan pengunjung, staf, dan satwa di Monkey Forest Ubud," imbuhnya.
"Namun, peristiwa pohon tumbang yang terjadi merupakan kecelakaan yang disebabkan oleh angin kencang dan cuaca ekstrem, semua itu di luar kendali manusia," pungkasnya.
Pihak pengelola Monkey Forest Ubud juga telah mengambil langkah cepat untuk mengevakuasi area terdampak dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menangani situasi tersebut secara menyeluruh.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polda Bali juga menghimbau kepada masyarakat dan wisatawan domestik maupun mancanegara untuk lebih berhati-hati.
Terlebih, Indonesia memasuki musim hujan pada akhir tahun dan kemungkinan disertai dengan angin kencang.
"Saat ini kondisi cuaca musim hujan sehingga masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan berhati-hati," kata Kombespol Jansen Avitus Panjaitan selaku Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali.
"Apabila saat bepergian terjadi hujan deras disertai angin kencang segera cari tempat aman, namun jika tak ada keperluan mendesak sebaiknya sementara ini mengurangi aktivitas ke luar untuk menghindari resiko yang tak diinginkan," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!