Ferry menjelaskan bahwa ketakutan tersebut berasal dari topeng agama yang digunakan, karena hal itu sangat melekat dalam masyarakat Indonesia.
"Entry orang untuk membongkar semua penipuan dan untuk scheme ini lebih tebal, karena berhubungan dengan sesuatu yang melekat pada masyarakat yaitu agama. Dan tidak semua orang bisa melakukan hal seperti itu," lanjutnya.
Padahal, efek dari fenomena bisnis tersebut sangat desruktif karena merusak pola pikir masyarakat yang sudah berada dalam kondisi perekonomian yang sulit.
"Lu bayangin seberapa destruktif dan buruknya bisnis seperti ini," kata Ferry.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!