SketsaNusantara.id - Fenomena penggunaan garam ruqyah di masyarakat Indonesia tengah jadi sorotan.
Garam ini diklaim memiliki banyak khasiat yang khususnya terkait hal-hal supranatural. Beberapa di antaranya adalah bisa menangkal gangguan jin, sihir, hingga memberikan khasiat spiritualitas.
CEO Malaka Project, Ferry Irwandi membongkar praktik bisnis penjualan garam ruqyah yang disebutnya sebagai penipuan.
Pasalnya, produk tersebut dipasarkan dengan topeng keagamaan yang justru bertentangan dengan nilai dan aturannya.
Ferry juga menyoroti penggunaan foto dari ulama besar yang dipakai sebagai legitimasi penjualan dan khasiat produk tersebut.
Ulama yang dimaksud adalah almarhum Syekh Ali Jaber, yang telah wafat pada tahun 2021.
"Mereka menggunakan wajah Syekh Ali Jaber untuk melegitimasi penipuan yang mereka lakukan," kata Ferry, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Ferry Irwandi.
Ia juga menyebut pemakaian foto yang diyakininya tanpa izin itu sebagai hal yang tidak etis dan jahat.
"Mereka menggunakan foto dan gua yakin ini tanpa izin, seorang ulama besar yang sangat dihormati di masyarakat; Syekh Ali Jaber yang wafat tahun 2021 kemarin dan ini sangat tidak etis dan jahat," kata pria berusia 33 tahun tersebut.
Praktik penipuan berbalut agama itu cenderung didiamkan karena menurutnya banyak orang yang takut.
"Karena mereka takut, mereka tidak berani, karena mereka takut akan dicekal, akan dihina, diserang oleh orang-orang dengan cara yang paling buruk," kata Ferry.