news

Momen Santri Ponpes Ora Aji Harus Jalan Sambil Jongkok saat Terima Makanan dari Istri Gus Miftah Dinilai Terlalu Berlebihan, Ternyata Ini Maksudnya

Selasa, 10 Desember 2024 | 05:30 WIB
Potret Santri di Ponpes Ora Aji menerima makanan dari istri Gus Miftah dengan berbaris sambil jalan jongkok yang ramai jadi sorotan dan menuai perdebatan di medsos. (Tangkap layar TikTok/santri_ora_aji)

Para istri dan abdi dalem di Keraton Yogyakarta kerap membawa makanan dan minuman cara berjalan sambil jongkok menuju ke meja pendek untuk menjamu tamu.

Budaya ini bertujuan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang yang dianggap lebih tinggi derajatnya, seperti guru atau pemimpin.

Baca Juga: Makin Melebar, Ustadz Felix Siauw Mengaku Khawatir di Tengah Huru-Hara Gus Miftah dan Pedagang Es Teh: Hati-Hati...

Tradisi ini sering ditemukan dalam lingkungan keraton dan puro di Jawa Tengah, di mana abdi dalem Keraton pun masih melakukannya sampai saat ini.

Dalam sejarah budaya Jawa, "laku ndhodhok" melambangkan tata krama dan kesopanan yang tinggi. Tradisi ini rupanya juga diperkenalkan di berbagai pesantren seperti Ponpes Ora Aji yang berada di Selaman Yogyakarta untuk mengajarkan nilai-nilai penghormatan kepada guru atau pemimpin pondok.

Video santri di Pesantren Ora Aji yang berjalan jongkok saat menerima makanan memicu berbagai reaksi.

Baca Juga: Salfok! Sunhaji Si Pedagang Es Teh Minta Presiden untuk Tolak Pengunduran Diri Gus Miftah, Netizen Curiga, Kenapa?

Sebagian netizen menganggap tindakan tersebut berlebihan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai kesetaraan di era modern.

Bahkan ada yang berpendapat bahwa tradisi semacam ini dapat dianggap merendahkan martabat manusia.

Namun, ada pula yang membela tradisi ini sebagai bagian dari pelestarian budaya.

Sejumlah warganet yang paham tradisi Jawa menyebut "laku ndhodhok" bukanlah bentuk penghinaan, melainkan sarana mendidik santri untuk menghormati orang yang lebih tua atau pemimpin dan budaya ini dinilai penting untuk diajarkan pada anak didik untuk menjaga warisan nilai-nilai luhur khas Jawa.

"Bagi yang paham tradisi Jawa di Keraton pun masih banyak yang jalan sambil jongkok begitu, memang sudah adabnya. Mungkin bisa tanya teman yang mondok pasti diajari adab tata krama murid ke guru ya seperti itu bukan maksud merendahkan orang lain," komentar salah satu netizen.

Baca Juga: Sempat Sebut Tempat Pengajian Kandang Kebo! Satu Persatu Jejak Kontroversi Gus Miftah Mulai Terungkap, Sudah Sering Berlaku Tidak Sopan?

Di satu sisi, budaya "laku ndhodhok" ini mengajarkan penghormatan dan kesopanan,

Namun praktiknya bisa menimbulkan kesalahpahaman, terutama di masyarakat yang semakin mengutamakan kesetaraan di zaman modern sekarang ini.

Halaman:

Tags

Terkini