SketsaNusantara.id - Ferry Irwandi mengungkap praktik bisnis di masyarakat yang dibalut topeng agama.
Sebelumnya, ia sangat vokal menentang praktik dukun santet yang mengklaim bisa menyakiti bahkan menghilangkan nyawa manusia.
Ia bahkan mempersilakan pihak-pihak yang mengklaim sebagai praktisi santet untuk menjadikannya sebagai sasaran dengan imbalan mobil alphard dan uang 1 miliar rupiah.
Terbukti bahwa sampai hari ini, ia masih sehat-sehat saja dan bahkan pihak yang sempat menyenggol dirinya dalam sebuah konten Youtube akhirnya meminta maaf.
Kali ini, Ferry Irwandi kembali membongkar praktik bisnis yang dibalut dengan topeng agama.
Dengan tegas ia menyebut praktik bisnis ini sebagai kebodohan yang sedang terjadi di tengah masyarakat Indonesia.
"Kebodohan seperti inilah yang terjadi di masyarakat," kata Ferry, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Fery Irwandi, 9 Desember 2024.
Bisnis yang dimaksud adalah praktik penjualan garam ruqyah. Beberapa waktu sebelumnya di platform X, Ferry telah menyinggung soal praktik penjualan garam yang diklaim punya khasiat menangkal gangguan jin dan sihir.
Mirisnya lagi, garam ini diklaim bisa meningkatkan keimanan dan spiritualitas seseorang.
Dalam konten video terbaru di kanal Youtube-nya, Ferry secara lugas menjelaskan praktik penipuan tersebut.
Barang yang diklaim sebagai garam ruqyah itu tak lain adalah garam krosok yang harganya di pasaran cuma sekitar Rp3000-6000 rupiah.