SketsaNusantara.id - Polemik antara PDI Perjuangan dan keluarga Joko Widodo ini kian memuncak.
Hal ini setelah Sekretaris Jendral DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan bahwa Jokowi sudah bukan bagian dari partai berlambang banteng itu.
Hal ini disampaikannya saat acara Sekolah Kader, bahwa sudah ada 27 kader PDI Perjuangan yang sudah tidak menjadi bagian lagi dari partai berlambang banteng tersebut, termasuk Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, dan Bobby Nasution.
Keputusan tersebut menurut Hasto, karena praktik yang dilakukan Jokowi telah mencederai konstitusi, terlebih yang dilakukan Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution.
“Kita lihat bahwa Gibran dan Bobby sudah dicalonkan oleh partai lain, terlebih diendorse Jokowi dan ini mencederai konstitusi,” ujarnya.
Hasto meyakini, sikap mencederai konstitusi ini sudah terbukti dengan adanya pelanggaran etik berat yang diterima Anwar Usman karena telah meloloskan Gibran sebagai calon wakil presiden.
“Konstitusi sudah dikebiri dan kita PDI Perjuangan sangat taat kepada konstitusi,” tegasnya.
Menanggapi pernyataan tersebut, Presiden ke-7 Joko Widodo terlihat sangat tenang mendapati informasi tersebut.
Jokowi mengatakan, bahwa partainya perorangan dan hal ini sangat menimbulkan banyak pertanyaan tentang hal itu.
“Ya berarti partainya perorangan,” singkatnya, dikutip SketsaNusantara.id pada Jumat, 7 November 2024.
Kemudian ditanya kembali oleh awak media, soal pernyataan dari Jokowi tersebut yang sangat datar dan singkat.