news

Gus Miftah Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden, Prabowo: Sikapnya Kesatria dan Bertanggungjawab

Jumat, 6 Desember 2024 | 20:53 WIB
Prabowo nilai keputusan Gus Miftah mundur sebagai Utusan Khusus Presiden adalah sikap kesatria. (X @JhonSitorus_18)

SketsaNusantara.id - Gus Miftah secara resmi telah mengundurkan diri sebagai Utusan Khusus Presiden, usai dirinya mengolok-olok penjual es teh yang sempat viral di media sosial dan langsung mendapatkan respons dari Prabowo Subianto.

Sebenarnya, Gus Miftah telah mengungkapkan permintaan maafnya kepada Sunhaji sosok penjual es teh yang diolok-olok dalam pengajian tersebut.

Keputusan Gus Miftah mengundurkan diri ini, disampaikan melalui video dan meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto sambil menangis.

Baca Juga: 3 Fakta Menarik Rara Lida Selama Perjalanan Kariernya di Dunia Musik Dangdut, Pernah Heboh karena Kolaborasi dengan Penyanyi Korea!

Langkahnya ini disampaikan bahwa dirinya tidak ada tekanan dari pihak mana pun, melainkan dari hasil kontemplasi dirinya sendiri atas sikapnya.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo mengaku belum melihat secara langsung keputusan Gus Miftah yang mengundurkan diri sebagai Utusan Khusus Presiden.

“Saya sendiri belum melihat secara langsung, tetapi kami sudah terima informasi tersebut,” ujarnya saat pers konferensi, dikutip SketsaNusantara.id pada Jumat, 6 Desember 2024. 

Baca Juga: Sebut Tak Mendapatkan Tekanan dari Siapapun, Gus Miftah Resmi Mengundurkan Diri Sebagai Utusan Khusus Presiden

Ia menyampaikan, sikap yang diambil oleh Gus Miftah ini merupakan sikap kesatria yang ditunjukan oleh pengasuh Ponpes Ora Aji ini.

“Saya kira ini tindakan bertanggungjawab dan tindakan kesatria,” jelasnya.

Sikap Gus Miftah ini menurutnya, bahwa telah menyadari adanya kesalahan yang dilakukannya dan menjadi viral di publik.

Baca Juga: Salfok! Selebgram Rachel Vennya Ubah Telinga Caplang, Kondisi Ini Gak Main-Main, Punya Sederet Mitos di Luar Nalar

“Beliau ini sadar bahwa salah ucap dan ini bertanggungjawab dan kita patut menghargai sikap kesatrianya itu,” ungkap Prabowo.

Prabowo menjelaskan, jika Gus Miftah kerap kali melakukan pengajian di berbagai daerah di Indonesia dan bahasa yang digunakan cukup sederhana, tetapi ini memang salah.

Halaman:

Tags

Terkini