SketsaNusantara.id - Ketua fraksi Partai Gerindra di DPR, Budi Djiwandono, menjawab desakan masyarakat terkait pencopotan kedudukan Gus Miftah sebagai utusan presiden.
Gus Miftah yang merupakan seorang ulama dan juga seorang utusan khusus presiden baru saja tersandung kasus yang dianggap penghinaan bagi rakyat kecil usai olok-olok penjual es teh keliling.
Sebab itulah apa yang dilakukan oleh Gus Miftah dianggap tak layak dilakukan oleh seorang ulama juga pejabat negara sehingga desakan agar segera dicopot ramai diserukan masyarakat.
Sebab itulah Budi Djiwandono dari Partai Gerindra, memberikan tanggapan terkait desakan publik untuk mencopot Gus Miftah dari posisinya sebagai utusan khusus presiden.
Dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, dalam pernyataannya, Budi menekankan bahwa Gerindra menghargai aspirasi masyarakat dan akan mempertimbangkan masukan tersebut dengan serius.
Ia menyatakan bahwa partai akan melakukan evaluasi terhadap kinerja Gus Miftah dan mendengarkan suara publik yang menginginkan perubahan.
"Kami menyayangkan bahwa ada mungkin statement-statement (Gus Miftah) yang tidak baik. Tentu itu patut menjadi evaluasi, apalagi namanya pemimpin," ujar Budi Djiwandono.
"Tapi apapun itu kita serahkan keputusan-keputusan kalau ada kita terima sebagai masukan dan kritik yang baik dari masyarakat," tambahnya.
Agus Djiwandono juga menegaskan bahwa keputusan mengenai posisi Gus Miftah tidak hanya bergantung pada Gerindra, tetapi juga melibatkan pertimbangan dari pihak Presiden Prabowo Subianto.
Ia menambahkan bahwa Gerindra berkomitmen untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap pemerintah, sehingga setiap keputusan yang diambil akan mencerminkan kepentingan rakyat.
Namun keponakan Prabowo Subianto ini tak berbicara banyak perihal pencopotan status Gus Miftah sebagai utusan khusus presiden bidang kerukunan antara umat beragama tersebut.
Namun secara tegas mengatakan bahwa Budi Djiwandono menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada Prabowo Subianto selaku Presiden RI dan masyarakat diminta untuk tetap tenang.***