Sejak video Gus Miftah mengejek pedagang es teh viral, tak sedikit masyarakat yang merasa kesal, bahkan netizen menggaungkan hastag #boikotgusmiftah karena sikapnya yang kerap merendahkan rakyat kecil/
Selain itu, muncul pula petisi yang mendesak Prabowo agar mencopot Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan karena sosoknya dianggap sebagai pejabat publik yang tidak memberikan contoh baik bagi masyarakat terlebih di bidang keagamaan.
"Kalo tau malu sih harusnya Pak Miftah ini mengundurkan diri. Allah sudah membuka tabiatnya, dan dia gak layak jadi pejabat publik atau ulama, tapi ya balik lagi kesadaran diri, mana mungkin lah dia ikhlas mundur dari jabatan mentereng stafsus presiden," komentar akun @siubimierahh.
"Pak @prabowo ini @gusmiftah jadi Utusan Khusus Presiden Bidang 'KERUKUNAN UMAT BERAGAMA' apakah masih layak? sementara attitudenya saja sudah buat ONAR bikin gaduh memecah belah umat muslim, mending dicopot kasih ke orang lain yang lebih layak ada banyak kok," imbuh akun @yusuf.yuga.
Sementara itu, Rivana Pratiwi juga mengungkapkan alasan untuk mengungkapkan pendapatnya setelah kasus Gus Miftah menghina pedagang kecil viral.
Menurutnya, rakyat kini sudah terlalu bersabar menerima permintaan maaf pejabat pemerintah tetapi tidak ada sanksi tegas bagi mereka untuk tidak mengulangi lagi perbuatan buruknya.
"Sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan, tentu minta maaf datang dari kesadaran diri dan suatu kewajiban. Membuka pintu maaf juga jadi keharusan kita, tapi apakah cukup?" tulis Rivana Pratiwi dalam akun Isntagramnya @rivanapratiwi pada hari Rabu, 4 Desember 2024.
"Kita sebagai rakyat jelata selalu diminta memklumi perilaku pejabat dan diminta lapang dada menerima permintaan maaf, tetapi tidak ada jaminan yang bersangkutan tidak mengulangi kesalahannya lagi di masa mendatang," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!