“Pelaku adalah teman sewaktu SD dengan anak saya, dan saya sangat iba sebenarnya dengan pelaku yang mengalami depresi akibat ambisi orang tuanya semenjak kecil,” tulisnya dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @_nagininagxxx yang mengunggah ulang komentar tersebut.
Masih lanjut komentar akun tersebut, saat pelaku masih duduk di bangku kelas 4 SD, ia sering tertidur di kelas, lantaran baru tidur pukul 01.00 dini hari.
“Saat ditanya oleh wali kelasnya, saat itu pelaku menjawab karena dia baru tidur jam 1 pagi, sebab harus belajar dan mengerjakan tugas dari tempat lesnya, waktu itu (Kum*n),” tulisnya menambahkan.
Pelaku diduga mengalami tekanan harus jadi anak yang pintar dan masuk sekolah negeri mengikuti jejak kedua orang tuanya.
“Kedua orang tuanya yang berlatar belakang lulusan universitas negeri di Depok,” tambahnya.
Ia pun menambahkan, sore hari sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi, pelaku sempat mengunggah story WhatsApp, mengungkap keadaannya saat itu.
“Anak saya kebeneran berteman dan ada kontak WA-nya, kemaren sorenya si pelaku masih mengunggah status di WA seperti ini ‘Gue baru sampe rumah, udah disuruh belajar lagi, padahal ujian masih hari Selasa’,” ungkapnya.
Netizen pun ramai memberi komentar dari unggahan tersebut.
“Kalau beneran depresi karena tekanan ini, kaos yang dia pakai di foto waktu ditangkap relate banget ‘i need more space’,” tulis akun @alyaabukanmixxx
“Masih tanya, ada trauma apa sampe tega membunuh org tuanya? don’t judge the kid ya, harus gali trouma apa sama org tua nya sampe sebegini nya loh... we need ask the parent too,” tulis akun @hotgirljakxxx
***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI