news

Resmi Ditangkap! Intip Rekam Jejak Karir Mentereng Hendry Lie Boss Sriwijaya Air Sekaligus Pemilik PT Timah yang Tersandung Kasus Korupsi

Selasa, 19 November 2024 | 21:30 WIB
Tersangka kasus korupsi Timah Hendry Liu yang kini akhirnya berhasil ditangkap Kejagung dikenal sebagai sosok pria dengan karir dan jabatan yang tinggi. (x.com/@jaksapedia)

SketsaNusantara.id- Kabar terbaru datang dari Bos Sriwijaya Air Hendry Lie yang ditangkap oleh Kejaksaan Agung atas kasus korupsi tata niaga komoditas timah di tahun 2015 hingga 2022.

Hendry Lie yang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi itu ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta.

Sudah beberapa kali Kejagung sudah melayangkan panggilan kepada Bos Hendri Lie, namun semua itu tidak digubris sama sekali.

Baca Juga: Pemilik Sriwijaya Air Hendry Lie Ditangkap! Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT Timah yang Rugikan Negara Rp300 T

Oleh karena itu Kejagung menindak Hendry dengan mencekalnya selama enam bulan ke depan sejak 28 Maret 2024, yang dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @jaksapedia.

Penangkapan Hendry Lie ini tentu membuat banyak orang penasaran tentang sosoknya.

Nah berikut ini perjalanan karir Hendry Liu yang kini sudah jadi tersangka kasus korupsi timah.

Baca Juga: Dijual Ammar Zoni Demi Bertahan di Penjara? 4 Fakta Penjualan Akun Instagram Mantan Suami Irish Bella ke Tersangka Korupsi

Hendry Lie adalah salah satu dari empat orang pendiri PT Sriwijaya Air yang dibangun pada tahun 2000-an.

Tiga orang lainnya itu ternyata masih. saudara Hendry, seperti Chandra Lie, Johannes Bunjamin, dan Andy Halim.

Selain itu ada juga sejumlah ahli yang turut merintis berdirinya Maskapai Sriwijaya Air, diantaranya adalah Supardi, Capt. Kusnadi, Capt. Adil W, Capt. Harwick L, Gabriella, Suwarsono serta Joko Widodo.

Baca Juga: Banyak Penghargaan Tapi Korupsi Tetap Jalan

Sriwijaya Air sendiri mengawali bisnisnya dengan satu Boeing 737-200, dimana pengerbangan pertamanya terjadi pada 10 November 2003.

Kini, maskapai itu sudah mempunyai 48 pesawat Boeing dengan total 53 rute, termasuk rute regional Medan-Penang dan rute internasional lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini