news

Viral, Fenomena Unik Gumpalan Putih dari Langit Mendarat di Kalimantan Tengah Mirip 'Awan Kinton' Dragon Ball, Begini Penjelasan BMKG

Senin, 18 November 2024 | 16:22 WIB
Momen gumpalan putih jatuh dari langit dan perlahan mendarat di Kalimantan Tengah, mirip awan kinton Dragon Ball (TikTok/alfian_565)

SketsaNusantara.id - Baru-baru ini, sebuah fenomena alam unik yang terjadi di Muara Tuhup, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, menarik perhatian publik.

Pasalnya, ada gumpalan putih tampak turun perlahan ke permukaan tanah hingga dikira awan jatuh dari langit.

Video yang diunggah akun TikTok @alfian_565 menunjukkan fenomena unik yang ramai menjadi perbincangan publik hingga mengingatkan banyak orang pada awan kinton dari serial anime "Dragon Ball".

Baca Juga: Pekerjaan Rumah DPRD Jember Selesaikan 21 Raperda, Ketua Bapemperda: Kita Targetkan Setengahnya Rampung

Dalam video yang beredar luas di media sosial, gumpalan putih itu terlihat seperti awan alami yang jatuh ke bumi.

Beberapa pekerja pertambangan di Muara Tuhup yang mengetahui terjadinya fenomena tersebut merasa takjub dan merekamnya.

Terlihat ada pekerja yang bergegas mendekati awan putih yang jatuh dari langit dan memeluknya. Beberapa di antaranya berdiri di sekitar gumpalan putih bak mengelilingi 'awan kinton' yang baru saja turun dari langit.

Baca Juga: Madura Geger! Salah Satu Saksi Paslon Cabup Sampang di Pilkada 2024 Diduga Dibacok Orang, Gara-Gara Apa?

Video tersebut seketika jadi viral dan tak sedikit warganet yang ikut penasaran dengan fenomena unik yang terjadi di Kalimantan Tengah.

Terkait hal ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut benda yang turun dari langit kemungkinan bukanlah awan alami.

Andri Ramdhani selaku Direktur Meteorologi Publik BMKG menjelaskan bahwa awan sejatinya tidak pernah jatuh ke permukaan bumi sebagai gumpalan dalam bentuk padat.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Pernikahan Royhan Akbar dan Zahwa Nadhira, Menantu Mahfud MD Diberi Mahar Berapa?

"Partikel awan sangat ringan dan tersebar dengan kerapatan rendah. Awan alami terbentuk di atmosfer dan tidak mungkin turun sebagai gumpalan ke permukaan tanah," kata Andri dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Instagram @pandemictalks yang diunggah pada hari Minggu, 17 November 2024.

BMKG menduga gumpalan dari langit tersebut merupakan hasil kondensasi uap air atau gas yang terkait dengan aktivitas manusia yang terjadi di sekitar area pertambangan.

Halaman:

Tags

Terkini