SketsaNusantara.id - Peristiwa memilukan baru saja dialami EN, siswa SMA Kristen Gloria 2 Surabaya.
Di hadapan orang banyak, siswa kelas X itu dipaksa meminta maaf sembari bersujud dan menggonggong.
Polemik bermula saat EN dan EMS saling melempar ejekan usai pertandingan basket antara SMA Kristen Gloria 2 dan SMA Cita Hati.
Namun, ejekan EN sampai di telinga orang tua EMS, yakni Ivan Sugianto.
Tak terima anaknya diejek, penguasaha asal Surabaya itu pun mendatangi EN di sekolahnya, hingga terjadillah aksi persekusi tersebut.
Akibatnya, EN pun kini mengalami trauma takut untuk tidur hingga merasa selalu waspada bahkan di lingkungan rumahnya sendiri.
Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Dirmanto, yang menyebut pihaknya terus melakukan pendampingan pada EN.
“Anak ini trauma, kita berupaya melakukan pendampingan termasuk terus berkomunikasi dengan sekolah supaya kejiwaan anak ini mulai baik,” ungkapnya dikutip SketsaNusantara.id pada Rabu, 13 November 2024.
Tak hanya mengalami trauma, EN juga disebutkan mendapat skorsing 3 hari dari sekolahnya, SMA Kristen Gloria 2.
Surat peringatan itu dikeluarkan pada 11 November lalu, dimana disebutkan bahwa EN dikenakan skorsing per tanggal 12 hingga 14 November.
Alasannya, EN dianggap telah melanggar peraturan tata tertib sekolah, yaitu memberikan sebutan yang tidak pantas kepada siswa dari sekolah lain.