SketsaNusantara.id - Muhammad Anis Matta, yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia atau Wamenlu RI di Kabinet Merah Putih, menjadi sorotan publik usai menyampaikan pidato dalam bahasa Arab yang fasih di KTT OKI (Organisasi Kerjasama Islam).
Pada forum yang diselenggarakan di Riyadh pada hari Senin, 11 November 2024, Anis Matta menyampaikan pernyataan tegas Indonesia dalam upaya menghentikan genosida yang dilakukan Israel di Gaza, Palestina.
"Kita semua menjadi saksi atas pembantaian dan genosida yang mengerikan terhadap warga Gaza dan terhadap anak-anak dan perempuan, seluruh rakyat Palestina jadi korban kematian nurani kemanusiaan," kata Wamenlu Anis Matta dalam pidatonya dalam video yang diunggah di akun Instagram @indonesiainriyadh pada hari Selasa, 12 November 2024.
"KTT ini hadir mewakili dua miliar umat Muslim di dunia yang ingin membebaskan Palestina dengan segala kekuatan dan sumber daya yang kita miliki. Kita semua Palestina!' Tidak ada makna bagi kemerdekaan dan kebebasan kami jika Palestina tidak merdeka dan bebas," tandasnya.
"Bagi kami, membebaskan Palestina dari genosida Israel adalah amanat konstitusi serta kewajiban agama dan kemanusiaan. Semoga Allah memuliakan syuhada Palestina dan menganugerahkan mereka negeri yang merdeka dan bebas dalam waktu dekat, Insya Allah," pungkas Anis.
Penampilan Anis Matta di panggung internasional ini memperkuat citra dirinya sebagai pemimpin berkaliber internasional yang menguasai berbagai bahasa penting, termasuk Arab dan Inggris.
Video pidato Anis Matta di KTT OKI seketika jadi viral di medsos dan ditonton lebih dari satu juta kali di Instagram dan Twitter.
Tak sedikit pula warganet yang penasaran dengan sosok Anis Matta yang begitu fasih berbahasa Arab termasuk latar belakang pendidikannya yang tak luput jadi sorotan publik.
Dihimpun SketsaNusantara.id dari website anismatta.net, akun Instagram @anismatta_ dan berbagai sumber, berikut profil Anis Matta yang pidatonya jadi sorotan publik di KTT OKI.
Anis Matta merupakan seorang akademisi dan politikus Indonesia yang kini menjabat sebagai Wamenlu RI mendampingi Menteri Luar Negeri, Sugiono.
Pria kelahiran 7 Desember 1968 di Bone, Sulawesi Selatan ini menghabiskan masa kecilnya di tanah kelahirannya, yang memberi berbagai pengalaman hidup termasuk pendidikan agama.