news

Rasio Kredit Bermasalah Menurun, BRI Terapkan Sistem Pengawasan Dini dan Penguatan Tim Recovery untuk Jaga Stabilitas Kredit

Selasa, 12 November 2024 | 19:37 WIB
BRI Cetak Prestasi, Rasio Kredit Bermasalah Turun Berkat Pengawasan Kredit Proaktif (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan kinerja gemilang dalam pengelolaan kualitas asetnya pada Triwulan III 2024.

Dengan penyaluran kredit mencapai Rp1.353,36 triliun, BRI berhasil menekan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) hingga 2,90%, membaik dibandingkan 3,07% pada tahun sebelumnya.

Di samping itu, rasio Loan at Risk (LAR) juga mengalami penurunan dari 13,80% menjadi 11,66% pada periode yang sama.

Baca Juga: Bank Kustodian BRI Hadirkan Fitur Multi-share Class untuk Permudah Investasi Reksa Dana

Direktur Manajemen Risiko BRI, Agus Sudiarto, menjelaskan keberhasilan ini didukung oleh pendekatan pengelolaan risiko yang terintegrasi di seluruh tahapan, mulai dari front-end, mid-end, hingga back-end.

“Kami memperketat proses seleksi kredit pada tahap front-end, terutama sejak awal Triwulan II 2024, agar debitur yang terpilih sesuai dengan kriteria risiko yang telah ditetapkan,” ujar Agus dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 30 Oktober 2024.

Agus menambahkan, pengetatan seleksi kredit ini membantu menurunkan angka NPL BRI dan turut mengurangi LAR, yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan pada awal tahun. Langkah ini juga dilengkapi dengan pengawasan berkelanjutan pada kredit yang ada, sehingga menjaga kualitas aset tetap terjaga.

Baca Juga: BRI Mencapai Skor ESG Tertinggi, Unggul dalam Keberlanjutan di Sektor Perbankan

Direktur Utama BRI, Sunarso, menyebut bahwa peningkatan kualitas kredit ini tidak lepas dari penerapan manajemen risiko yang disiplin di seluruh lini bisnis BRI.

Bank ini telah mengimplementasikan Early Warning System untuk mendeteksi masalah kredit secara dini, sehingga tim recovery dapat segera melakukan penanganan kredit bermasalah dengan cepat dan efisien. Pencadangan yang kuat pun dipertahankan dengan NPL Coverage sebesar 215,44%.

BRI terus mengutamakan mitigasi risiko melalui pendekatan selective growth, pengawasan kredit secara proaktif, serta kolaborasi dengan nasabah dalam penyelesaian kredit bermasalah.

Baca Juga: Peringati Hari Pahlawan, BRI Salurkan Beasiswa untuk 180 Anak TNI-Polri, Dukung SDM Unggul di Seluruh Indonesia

Strategi yang terstruktur ini membuktikan komitmen BRI dalam menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan kredit yang sehat di tengah tantangan ekonomi.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Tags

Terkini