news

Ustadz Solihin Hasibuan Tutup Usia, Profil Ulama Terkenal Asal Palembang yang Ternyata Jadi Pendiri Bangunan Penting Ini...

Senin, 4 November 2024 | 19:30 WIB
Potret Ustadz Solihin Hasibuan asal Palembang yang dikabarkan meninggal dunia. (instagram.com/@solihinhasibuan_official)

SketsaNusantara.id- Kabar duka datang dari salah satu tokoh ulama terkemuka di Palembang yakni Ustadz Solihin Hasibuan yang dinyatakan telah meninggal dunia.

Ustadz Sholihin Hasibuan menghembuskan nafas terkahkrnya pada Senin, 4 November 2024 di RS Siti Fatimah Palembang, papds pukul 06.00 WIB.

Ternyata sebelumnya Ustadz Sholihin Hasibuan diketahui baru melakukan operasi karena menderita penyakit gumpalan darah di kepala, sehingga harus dirawat secara intensif.

Baca Juga: Anak di Jember Tega Bunuh Ayahnya Sendiri, Polisi Ungkap Motif Pembunuhannya

Berikut ini profil mengenai sosok Ustadz Solihin Hasibuan atau akrab disapa Solhas yang dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @sabilulhasanah.

Drs. H. Solihin Hasibuan, M.Pd.I adalah pria kelahiran Tapanuli Selatan, Medan Sumatera Utara pada 7 Agustus 1966.

Mengenai pendidikan, Ustadz Solihin Hasibuan diketahui sempat menjadi santri di Madrasah Aliyah Ponpes di Ponorogo.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Parade Juang Memperingati Hari Pahlawan di Surabaya, Kini Sudah Masuk Agenda Karisma Event Nusantara Kemenparekraf

Setelah lulus dari Pesantren, ia memutuskan melanjutkan ke jenjang S1di IAIN Raden Fatah Palembang.

Selanjutnya Ustadz Solihin Hasibuan memilih untuk kembali berkuliah dengan menempuh jenjang S2 untuk memperoleh gelar Magister di LIPIA Jakarta.

Ustadz Solhas ini sudah menunjukkan bakatnya dalam berdakwah sejak ia selesai menuntut ilmu dari Pesantren Gontor.

Baca Juga: Namanya Disebut Nina Agustina 3 Kali saat Marah-Marah ke Warga, Lucky Hakim: Ingat, Bupati Digaji oleh Rakyat

Kemudian ia memulai bekerja dengan mengajar di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga Indralaya Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Pada tahun 2003, Solhas hijrah dan memimpin Pondok Pesantren An-Nuur Kertapati Palembang selama kurang lebih 40 hari, dan hijrah lagi ke Pesanatren Al Firdaus Mata Merah Palembang.

Halaman:

Tags

Terkini