Suasana makin terasa mengharukan ketika arek-arek Suroboyo memerankan aksi teatrikal perobekan bendera. Arek-arek Suroboyo menaiki puncak atap Hotel Yamato merobek bendera Belanda dari merah putih biru menjadi merah putih.
Peristiwa perobekan bendera tersebut menggambarkan bentuk perjuangan melawan penjajah sekaligus menunjukkan semangat arek-arek Suroboyo yang tak pantang menyerah rela berkorban berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Melalui parade yang menampilkan keberanian dan pengorbanan para pahlawan, diharapkan anak-anak muda dapat mengambil pelajaran dan menjadikan nilai-nilai kepahlawanan sebagai inspirasi dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Parade ini bukan hanya acara seremonial, tetapi juga media pendidikan sejarah yang interaktif dan penuh makna serta menjadi momen penuh inspirasi yang membangkitkan semangat kepahlawanan.
Dengan diresmikannya Parade Juang sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara Kemenparekraf, acara ini diharapkan akan terus berlanjut dan semakin mendunia.
Acara Parade Juang tak hanya sebagai peringatan Hari Pahlawan, tetapi juga bisa menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkenalkan citra Surabaya kepada dunia sebagai salah satu kota bersejarah di Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!