Tujuan utama pembinaan ini adalah menciptakan kedekatan antara ajaran agama dengan perilaku masyarakat sehari-hari.
Baca Juga: Sebut Bakal Hasilkan Generasi Cerdas, Imam Besar Istiqlal Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Nasaruddin menekankan bahwa semakin dekat hubungan antara masyarakat dan ajaran agamanya, semakin sukses pembinaan umat yang dilakukan.
Selain itu, Menag Nasaruddin mengingatkan bahwa tantangan dalam pembinaan umat tidak hanya berkaitan dengan formalitas keagamaan, melainkan juga pada penerapan nilai-nilai filosofis dari ajaran agama.
Bagi Kementerian Agama, menjaga agar nilai-nilai ini tetap hidup dan dekat dengan masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan pembinaan umat.
Kerukunan beragama di Indonesia bukanlah hasil instan, melainkan buah dari upaya panjang dalam menjaga keberagaman yang ada.
Menurut Nasaruddin, ini adalah potensi yang bisa terus dikembangkan untuk menginspirasi negara lain.
Bagi dunia yang sering dilanda konflik berbasis agama, Indonesia dapat menjadi contoh bagaimana kerukunan umat beragama dapat tercipta di tengah keberagaman yang luas.
Dengan menjaga kedekatan antara ajaran agama dan laku hidup masyarakat, Kementerian Agama berharap dapat mewujudkan keharmonisan yang lebih erat lagi.
Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi inspirasi global dalam hal toleransi dan kerukunan umat beragama, suatu kontribusi berharga untuk dunia yang lebih damai.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!