SketsaNusantara.id - Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin turut memberikan respons usai Tom Lembong ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.
Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap Tom Lembong pada hari Selasa, 19 Oktober 2024 karena menyalahgunakan kewenangannya terkait impor gula ketika masih menjabat sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) pada tahun 2015-2016.
Kejagung menyebut bahwa Tom Lembong telah mengizinkan impor gula kepada perusahaan swasta yang seharusnya diterima oleh perusahaan BUMN saja untuk stabilitas dan pemenuhan kebutuhan di Indonesia.
Baca Juga: Tom Lembong Ditahan di Rutan Salemba, Postingan Terbaru Cak Imin Jadi Bulan Bulanan Netizen
Selain itu, Tom Lembong memberikan izin tanpa persetujuan instansi dan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian.
Terlebih, Indonesia kala itu mengalami surplus dan tak perlu ada impor gula yang akhirnya menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 400 miliar.
Kabar penetapan Tom Lembong jadi tersangka korupsi impor gula ini tersebar luas dan membuat banyak pihak terkejut, termasuk Anies Baswedan hingga Cak Imin.
Sebagaimana diketahui, Tom Lembong makin dikenal khalayak luas ketika menjadi juru bicara pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) pada pilpres bulan Februari 2024 lalu.
Tom Lembong yang bersahabat baik dengan Anies Baswedan pun cukup dekat dengan Cak Imin, apalagi dulu kerap mendampingi saat kampanye ke berbagai daerah di Indonesia.
Penangkapan Tom Lembong sebagai tersangka dugaan korupsi impor gula pun mengundang rasa penasaran warganet soal respons Cak Imin yang kini telah beralih ke kubu Prabowo-Gibran.
Baca Juga: Netizen Unggah Cak Imin dengan Baju Tentara dan Nama Korea, Sentil 'Pengkhianatan' Terhadap Abah?
Cak Imin yang kini menjabat sebagai Menko Pemberdayaan Masyarakat mengaku sedih mendengar kabar Tom Lembong yang jadi tersangka kasus korupsi di Kementerian Perdagangan (Kemendag).
"Turut bersedih, tentu saja. Ya, semoga Pak Tom sabar, mudah-mudahan kuat," kata Cak Imin di hadapan wartawan ketika ditemui di Kompleks Istana Jakarta pada hari Rabu, 30 Oktober 2024.