Luhut menilai Tom Lembong tak bisa menyelesaikan program OSS (Online Single Submission) ketika menjabat sebagai Mendag dan Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) hingga meninggalkan kabinet.
"Anda juga harus refleksi diri juga, dulu sewaktu di Kementerian Perdagangan dan Kepala BKPM apa yang sudah anda lakukan? Coba tanya dirimu," ucap Luhut.
"Pernah ditugaskan OSS tapi akhirnya tidak pernah selesai, sampai anda meninggalkan kabinet pun kami yang selesaikan itu," lanjutnya.
Luhut meminta Tom Lembong untuk berhenti menjelek-jelekkan pemerintah dan yakin akan ada perkembangan lebih baik untuk Indonesia di masa depan.
"Saya sedih melihat anda. Mungkin dia (Tom Lembong) seorang intelektual, tapi karakter anda itu kurang bagus padahal anda itu pernah jadi menteri tapi menjelek-jelekkan pemerintahan sendiri," kata Luhut.
"Anda walaupun tidak di government (pemerintah) lagi, jangan menceritakan yang tidak baik apalagi semuanya tidak sepenuhnya benar, karakter seperti ini jangan dipelihara, tidak bagus," imbuhnya.
"Kalau menurut saya, sudah lah apa yang sudah terjadi sudah waktunya. Jangan bicara seenaknya. Apa yang terjadi itu semua juga hasil team work bersama. Apalagi kalau anda nanti misalnya menjadi pemimpin khawatir saya jika anda memimpin dengan karakter seperti itu," pungkasnya.
Perkataan Luhut tersebut sempat ramai jadi perbincangan publik dan kini seolah membuktikan soal kinerja Tom Lembong yang tidak baik ketika menjabat jadi Menteri Perdagangan.
"Ternyata Tom Lembong dulu pernah diwanti-wanti Luhut, sebelum kasus korupsi mencuat, agak ngeri sih, soalnya kelihatan orangnya baik, tapi ternyata.." komentar salah satu netizen.
Namun, ada pula netizen yang meminta pemerintah bersikap adil dan mengusut kasus korupsi impor gula hingga tuntas tanpa pandang bulu meski ada orang terdekat Jokowi yang ikut terlibat.
"Kasus Tom Lembong tahun 2016 tapi baru diusut sekarang ke mana aja?? Berarti Mendag era Jokowi semua harus diperiksa juga dong, ada Zulhas dari pihak koalisi pasti pernah terlibat juga kan, harus diusut tuntas ini gak bisa cuma kubu yang berseberangan aja yang periksa dan ditangkap, biar adil jadi gak muncul asumsi tebang pilih," imbuh netizen lainnya.
Baca Juga: Nama Anies Baswedan Naik di Medsos Imbas Tom Lembong Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Impor Gula