Sejak muda, Mohammad Yamin mulai memperlihatkan kesenangannya belajar sejarah dan bahasa.
Saat ia duduk di Algemene Middelbare School (AMS) di Yogyakarta, Yamin muda telah mempelajari bahasa Yunani, Bahasa Lain hingga Bahasa Kei.
Baca Juga: 5 Ide Murah Lomba Peringatan Sumpah Pemuda 2024 Tingkat RT, Seru dan Berkesan
Ia bahkan bermimpi untuk bisa mempelajari sastra di Leinden, Belanda.
Sayangnya, kematian sang ayah membuat mimpinya belajar di Eropa kandas.
Dikutip SketsaNusantara.id dari situs Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud, sebelum tamat pendidikan tinggi, Yamin aktif berkecimpung dalam perjuangan kemerdekaan.
Ia bahkan pernah menjabat sebagai Ketua Jong Sumtaramen Bond.
Ia juga menjadi salah satu tokoh pelopor Sumpah Pemuda yang diikrarkan di indekostnya di Jalan Kramat 106, Jakarta.
Setelah Indonesia merdeka, Yamin pernah duduk di kursi pemerintahan, salah satunya menjadi menteri.
Dikutip sati situs Ensiklopedia Kemdikbud, Yamin juga pernah menjabat sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) hingga penasihat negara dalam Konferensi Meja Bundar.
Selama bekerja di pemerintahan, Yamin pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman, Menteri Pendidikan, Menteri Sosial, Menteri Penerangan hingga Staf Pembantu Presiden di bidang Ekonomi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!