SketsaNusantara.id - Giring Ganesha resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Kebudayaan di Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka selama 5 tahun ke depan.
Sebelum terjun ke dunia politik, publik lebih dulu mengenalnya sebagai vokalis band Nidji.
Memutuskan keluar dari Nidji, pemilik nama lengkap Giring Ganesha Djumaryo itu lalu memilih menjadi politikus dengan bergabung menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada 2019 silam.
Sayang, tekadnya menjadi anggota legislatif di tahun 2019 gagal, pun saat Pemilu 2024, suami Cynthia Riza itu juga gagal meraih kursi di parlemen.
Sebelumnya, Giring pun sempat didapuk menjadi Ketua Umum PSI pada 2021 menggantikan Grace Natalie, sebelum akhirnya diambil alih Kaesang Pangarep.
Keputusannya banting setir dari musisi menjadi politikus hingga akhirnya menduduki jabatan Wakil Menteri Kebudayaan, tak lepas dari sejumlah kontroversi.
Berikut ini deretan kontroversi Giring Ganesha, mantan vokalis Nidji yang kini menjadi Wakil Menteri Kebudayaan Kabinet Merah Putih.
1. Deklarasi jadi Capres
Pada 2020 lalu, usai gagal mendapat kursi di Pemilu 2019, Giring sempat membuat heboh gara-gara mendeklarasikan diri akan maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2024.
Sejumlah billboard dengan potret Giring bertuliskan “Giring Untuk Presiden 2024” pun sempat menghiasi jalanan di beberapa daerah.
Menyadari banyaknya respon negatif dari publik, 2 tahun berselang, Giring pun menyatakan mundur dari pencalonannya sebagai presiden pada Pemilu 2024.