Gogot menyampaikan, kalau sampai saat ini samgat banyak dukungan yang diberikan kepada Gus Fawait dari masyarakat, meski banyak serangan black campaign dari lawan.
Dikonfirmasi terpisah, Gus Fawait menambahkan jika serangan personal ini tidak menganggu fokusnya untuk kampanye.
“Kalau kita diolok-olok, dihina, difitnah, kita senyumin saja, kita selawatin saja,” ungkapnya sambil tersenyum.
Sebagai seorang santri, Gus Fawait memiliki pandangan bahwa langkah yang diambilnya tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Jember.
Ia meyakini bahwa keberhasilannya akan membawa perubahan positif bagi Jember, termasuk kalangan pesantren yang selama ini termarginalkan.
"Kalangan santri pernah memiliki presiden, Gus Dur. Tapi Jember belum pernah punya bupati dari kalangan santri. Insya Allah tahun depan sudah ada," pungkas Gus Fawait.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!