news

Hujan Deras Tak Surutkan MWCNU Diwek Laksanakan Kirab Hari Santri Jalan Kaki ke Ponpes Tebuireng

Selasa, 22 Oktober 2024 | 06:20 WIB
Peserta kirab Hari Santri Nasional dari MWCNU Diwek Jombang berjalan kaki membawa foto pendiri NU dengan guyuran hujan deras. (SketsaNusantara.id/As’ad Choirudin)

 

SketsaNusantara.id – Meski hujan deras mengguyur daerah Jombang bagian selatan, kondisi itu tak menyurutkan nyali ribuan peserta apel dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) di depan kantor MWCNU Diwek Jombang, Senin 21 Oktober 2024.

Apel dipimpin langsung Ketua Tanfidziyah MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh. Peserta apel dan kirab adalah perwakilan pengurus ranting, lembaga, dan badan otonom (banon) di bawah NU.

Tampak mengenakan seragam organisasi dari Fatayat, GP Ansor, Banser, Muslimat, Pergunu, Pagar Nusa, LP Ma'arif, IPNU-IPPNU, IGRA, Ishari, LTN dan sebagainya.

Baca Juga: 9 Kalimat Status WA Hari Santri Nasional 2024 yang Elegan dan Orisinal

Acara apel Hari Santri dilanjut dengan kirab menuju Pesantren Tebuireng. Dengan jalan kaki, lebih dari 3.000 peserta diiringi 23 grup drum band dari LP Ma'arif.

Kemacetan lalu lintas tidak terelakkan lagi sepanjang jalan raya Diwek hingga Pesantren Tebuireng.

Dalam sambutannya, Kiai Hamdi memotivasi para peserta apel untuk khidmah di NU. "10 tahun ke depan, NU itu tergantung kepada panjenengan semua," ujarnya.

"Di tengah rintik-rintik hujan yang selama ini kita tunggu-tunggu dan ternyata air hujan ini turun menunggu hari santri. Ini saksi yang tidak pernah berselisih adalah rintik hujan." ucapnya di hadapan peserta kirab.

Baca Juga: 11 Poster Terbaik Hari Santri Nasional 22 Oktober 2024 Langsung Print atau Share di Instagram, Facebook, X, dan TikTok

Kiai Hamdi menjelaskan bahwa Hari Santri adalah momentum bersejarah tidak hanya bagi santri. Namun juga bagi bangsa Indonesia.

Peran santri, lanjutnya, ke depan sangat tergantung pada bagaimana santri hari ini.
"Hari ini adalah hari santri, langkah apa yang harus kita lakukan dan persiapkan? Masih merdeka atau tidak? ini tergantung sampean semua ini," tegasnya.

Kiai Hamdi menambahkan, wajah NU yang akan datang adalah wajah santri hari ini.

"Dahulu, pendahulu kita tantangannya bukan sekadar hujan. Beliau-beliau tidak sedikit pengorbanannya, tapi hartanya ilmunya, waktunya, mereka kerahkan untuk kemerdekaan Indonesia. Inilah yang perlu kita camkan. Terima kasih kepada para kiai, para santri yang tidak goyah diguyur hujan. Semoga NKRI tetap jaya," pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini