Selain itu, masih di tahun yang sama, Taufik Hidayat melaju ke babak final All England, meski di partai puncak ia kalah dari Peter Gade, legenda badminton Inggris.
Pun ia juga kalah di babak final Singapore Open, dari kompatriotnya Hariyanto Arbi.
Namun masih di tahun yang sama, Taufik Hidayat berhasil menambah gelarnya dengan raihan meda emas tunggal putra dan beregu putra di SEA Games Bandar Seri Begawan.
Lalu beregu putra di Piala Asia Ho Chi Minh.
Taufik Hidayat pun sempat menduduki ranking BWF nomor 1 dunia lewat sederet prestasi yang diraihnya.
Padahal, saat itu usianya masih 19 tahun.
Baca Juga: Intip Spek dan Harga Stroller Bobby Kertanegara, Kucing Prabowo yang Ikut Pindah ke Istana Negara
Tak sedikit gelar juara juga pernah diraih Taufik Hidayat dari gelaran BWF World Tour, mulai dari Indonesia Open, Malaysia Open dan masih banyak lainnya.
Sementara gelar Kejuaraan Dunia diraih Taufik Hidayat pada tahun 2005, menjadikannya tunggal putra pertama yang meraih gelar bergengsi bersanding dengan emas Olimpiade secara berturut-turut.
Satu tahun setelah penampilannya di Olimpiade 2012, atau pada tahun 2013, pria kelahiran Bandung, 10 Agustus 1981 ini memilih gantung raket.
Baca Juga: Menjadi Sekretaris Kabinet, Mayor Teddy Ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto, Inilah Tugasnya
Setelah gantung raket, suami Ami Gumelar, putri dari mantan Menteri Pertahanan RI dan Menteri Perhubungan RI Agum Gumelar ini sempat jadi Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas atau Satlak Prima.
Jabatan itu ia emban periode 2016-2017 dan staf khusus Kemenpora 2017-2018.
Setelahnya pada 2018, Taufik Hidayat mulai berkarier di dunia politik dan bergabung menjadi kader Partai Demokrat.