SketsaNusantara.id - Presiden dan wakil presiden Indonesia terpilih, Prabwo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan dilantik pada 20 Oktober 2024 yang bertepatan pada Hari Minggu.
Pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih ini akan digelar di Kompleks Parlemen, Senayan.
Menariknya, ada alasan kenapa pelantikan Prabowo-Gibran digelar pada 20 Oktober meskipun tanggal tersebut jatuh di hari Minggu.
Sebelumnya, pelantikan presiden dan wakil presiden dilakukan tidak pada tanggal 20 Oktober.
Seperti Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto yang dilantik pada 18 Agustus 1945 dan 12 Maret 1967.
Lantas bagaimana lahirnya ‘tradisi’ pelantikan presiden jadi tanggal 20 Oktober?
Dikutip SketsaNusantara.id dari akun TikTok @tvOMG_, tren pelantikan presiden di tanggal 20 Oktober sendiri pertama kali dilakukan pada masa pelantikan Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Gus Dur dilantik pada 20 Oktober 1999 setelah berhasil memenangi Pemilu tahun 1999.
Namun pada tahun 2001, Gus Dur mengundurkan diri sehingga Megawati Soekarno Putri yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden, maju menggantikannya.
Baca Juga: Hari-Hari Jelang Pelantikan Prabowo 20 Oktober 2024, Masyarakat Sambut Baik Pergantian Kekuasaan
Kedati Megawati dilantik pada 23 Juli 2001, tren pelantikan presiden pada tanggal 20 Oktober mulai digelar kembali pada saat pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga saat ini.