SketsaNusantara.id - Gelar doktor yang berhasil diraih Bahlil Lahadalia terus menuai kontroversi.
Termasuk disertasinya yang membahas Hilirisasi Nikel dengan mengambil objek di 2 wilayah di Indonesia.
Di media sosial X, sejumlah kritik pun dilayangkan atas disertasi Bahlil Lahadalia yang berjudul ‘Kebihajan Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia.
Bahkan Guru Besar Ilmu Sosial dari Universitas Teknologi Nanyang, Singapura juga turut menyoroti disertasi Bahlil Lahadalia yang menurutnya tidak nyambung.
Dan baru-baru ini beredar pula file metadata disertasi Bahlil Lahadalia yang menunjukkan nama penulis lain.
Dan berikut ini 3 kontroversi disertasi Bahlil Lahadalia yang dirangkum tim redaksi.
1. Dinilai Tidak Nyambung oleh Guru Besar Universitas Teknologi Nanyang, Singapura
Sidang terbuka Bahlil Lahadalia yang membahas disertasinya membuat salah seorang Guru Besar Universitas Teknologi Nanyang Singapura turut mengomentari.
Dalam cuitannya lewat akun X @sociotalker, Joel Picard mengatakan pertanyaan penelitian yang diungkap Bahlil Lahadalia sudah problematik.
“Dari pertanyaan penelitian aja sudah problematik, metode dan kerangka teori nggak nyambung, mana datanya minum, analisis melompat-lompat kayak loompa, kesimpulan ujug-ujung,” tulisnya pada 16 Oktober 2024.