news

Mengenal Ilmu Geopolitik, Salah Satu Materi Pembekalan Prabowo Subianto pada Calon Kabinet, Ternyata Pernah Diajarkan Soekarno...

Kamis, 17 Oktober 2024 | 16:30 WIB
Apa itu Geopolitik? Materi yang diajarkan Prabowo Subianto pada jajaran kabinetnya (Instagram/prabowo.)

SketsaNusantara.id - Geopolitik yang menjadi salah satu materi pembekalan kabinet Prabowo Subianto. Ternyata hal itu juga dilakukan Presiden Soekarno hingga lahirlah satu lembaga ini.

Dalam pembekalan menteri-menteri kabinet Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, yang dihadiri oleh calon menteri dan kepala badan rupanya salah satunya tentang situasi dunia terkait Geopolitik, Geoekonomi hingga geostrategi.

Hal itu diungkap oleh Agus Harimurti Yudhoyono yang akan menduduki jabatan menteri pada kabinet Prabowo-Gibran, bahwa tiga unsur itu ada kaitannya dengan Indonesia.

Baca Juga: Siapa Dyah Roro Esti Widya Putri? Gagal di Pileg 2024 Jadi Calon Wakil Menteri Termuda Prabowo, Penerima LPDP yang Punya Harta Miliaran

Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan bahwa Prabowo memberikan pembekalan terhadap tiga unsur tersebut dengan tujuan untuk memberikan pemahaman setting global baik dari sisi ekonomi, pertahanan, militer dan sebagainya.

Sebagai masyarakat awam tentunya banyak orang yag bertanya-tanya apa sebetulnya yang dimaksud dengan pengetahuan Geopolitik yang merupakan salah satu pembekalan dari Prabowo Subianto.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman jurnal.lemhanas.go.id disebutkan bahwa istilah Geopolitik adalah studi tentang pengaruh faktor geografis terhadap politik internasional dan hubungan antarnegara.

Baca Juga: Hari-Hari Jelang Pelantikan Prabowo 20 Oktober 2024, Masyarakat Sambut Baik Pergantian Kekuasaan

Sehingga pada dasarnya, Geopolitik merupakan studi interaksi antar kelompok orang atau bangsa terhadap kekuasaan yang dihadapkan pada realitas geografis yang dimiliki.

Sedangkan dalam realitas di Nusantara, sejak zaman dahulu pemahaman Geopolitik ini juga sudah didengungkan hingga tertuang dalam Serat Sasangka Jati yang terbit di Surakarta pada tahun 1932.

Serat Sasangka Jati memiliki pemahaman sendiri tentang Geopolitik, dimana disebutkan bahwa unsur alam seperti alam, air dan tanah akan mempengaruhi karakter dan kondisi fisik penduduk yang mendiami wilayah tersebut.

Baca Juga: Respons Positif Masyarakat pada Susunan Kabinet Prabowo-Gibran dari Karyawan hingga Ibu Rumah Tangga

Sehingga keadaan alam yang berbeda-beda itulah kemudian membuat karakter dan kondisi fisik manusia di dunia berbeda-beda sehingga keadaan itulah yang membuat rawan konflik jika tak memiliki pemahaman Geopolitik.

Teknologi merupakan salah satu hal yang mendekatkan manusia, juga mendekatkan konflik sehingga pengetahuan itu diperlukan untuk memahami bagaimana manusia, bangsa, berinteraksi dengan baik namun juga tak melepaskan kepentingan masing-masing.

Halaman:

Tags

Terkini