Atas dasar itu pula Soekarno sebagai pengambil kebijakan pertama menyadari pentingnya pemahaman Geopolitik bagi para pengambil kebijakan.
Untuk itulah pada tahun 1965, Soekarno mendirikan Lemhanas atau Lembaga Ketahanan Nasional sebagai lembaga yang menjadi wadah pendidikan serta kajian politik.
Dengan tujuan yang sama, Prabowo Subianto rupanya juga memberikan pembekalan yang sama kepada para calon menterinya dimana materi Geopolitik menjadi salah satu materi penting yang dibahas.
Hal itu menunjukkan Prabowo menekankan pentingnya pemahaman geopolitik untuk mengelola kebijakan luar negeri dan pertahanan negara, serta untuk memahami dinamika global yang dapat mempengaruhi Indonesia.
Hal itu mencakup analisis tentang lokasi geografis, sumber daya alam, dan posisi strategis suatu negara. Hal ini berpengaruh pada bagaimana negara tersebut berinteraksi dengan negara lain, baik dalam hal kerjasama maupun konflik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Inilah Profil Hanif Faisol Nurofiq, Sosok yang Digadang-gadang Menjadi Menteri LHK di Kabinet Prabowo Gibran
Yakin Gak Cawe-Cawe? Belasan Menteri Jokowi Masuk Kabinet Prabowo-Gibran, Presiden Sebut sebagai Bentuk Keberlanjutan
Inilah Profil dari Stella Christie Sosok Profesor Tsinghua University yang Bakal Jadi Calon Anggota Kabinet Prabowo Subianto
Said Didu Soroti Tokoh-Tokoh yang Dipanggil Prabowo hingga Tanyakan Komitmen: Masih Akan Kejar Karuptor Sampai Antartika?
Bocoran Terbaru Menteri Prabowo dari Hashim Djohohadikusumo, Ada Nama Politikus dari Gerindra dan Gelora
Calon Anggota Kabinet Baru Dikumpulkan, Prabowo Berikan Arahan dan Pembekalan