Akun Twitter @Mdy_Asmara1701 pada hari Jumat, 11 Oktober 2024, memperlihatkan kondisi bangunan sekolah di Maluku yang dianggap tak layak pakai.
Kondisi bangunan sekolah yang terbuat dari kayu rusak parah dan tampak memprihatinkan dengan langit-langit ruang kelas yang terbuka dan dinding yang bolong dimakan rayap.
Selain itu, anak-anak terpaksa belajar menggunakan meja panjang yang dipakai untuk 4 siswa yang berdesak-desakan berbagi tempat duduk dalam satu bangku panjang.
Ada pula anak yang duduk di atas kursi plastik reyot dan terkadang tak kuat menopang badannya hingga beberapa kali harus diduduki dalam keadaan miring atau goyah.
Tak sampai di situ, fasilitas guru untuk mengajar pun seadanya dengan satu papan tulis yang tak cukup terlihat di sisi kanan dan kiri hingga belakang kelas.
"Inilah potret menyedihkan bangunan sekolah di Maluku. Para pejabat yang kemarin ngeluh rumah dinas gak layak huni dan uang tunjangan rumah Rp 50 juta katanya masih kurang, apa gak malu lihat kondisi seperti ini?" tulis akun @Mdy_Asmara1701 sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari postingan yang diunggah pada hari Jumat, 11 Oktober 2024.
Diketahui sekolah tersebut berada di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku dan kondisi tersebut sempat disorot lantaran pemerintah setempat tak ada respon untuk memperbaiki bangunan sekolah.
Tak hanya di Maluku, beberapa wilayah seperti di Nusa Tenggara Timur, Papua, Jambi, hingga beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat juga pernah disorot karena kondisi bangunannya yang memprihatinkan.
Warganet ramai menyoroti kondisi bangunan sekolah yang rusak parah dan mendesak pemerintah lebih memperhatikan hal ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
"Kenapa gak ada yang peduli dengan pendidikan di Indonesia? Banyak terjadi ketimpangan apalagi di wilayah terpencil, miris sedangkan pejabat di luar sana malah berlomba-lomba mengeruk kekayaan negara untuk kepentingan sendiri," komentar salah satu netizen.
Sebelumnya, netizen juga menyoroti nasib guru honorer yang mendapat gaji sebesar Rp 200 ribu per bulannya.