SketsaNusantara.id - Sekretaris DPP Partai Demokrat, Hasbil Mustaqim Lubis melaporkan Neo Historia kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementrian Sosial (Kemensos) pada 7 Oktober 2024 lalu.
Melalui email, Hasbil melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan PT. Neosphere Digdaya Mulia yang membawahi Neo Historia.
PT. Neosphere Digdaya Mulia dilaporkan usai menggelar open donasi atau permintaan sumbangan di media sosial sebesar Rp5 ribu.
Baca Juga: Apa Arti dari Fitur Status ‘Open to Work’ di Profil LinkedIn Seperti Akun Milik Anies Baswedan?
“Hallo @neohistoria_id, saya sudah kirim email ke OJK dan Kemensos terkait open donasi kalian,” cuit Hasbil seperti dikutip SketsaNusantara.id dari cuitannya di akun X @Hasbil_Lbs pada 7 Oktober 2024.
Laporan ini bermula dari cuitan akun X Neo Historia Indonesia @neohistoria_id pada 4 Oktober 2024 yang meminta sumbangan.
Dalam cuitan tersebut, akun X @neohistoria_id juga mengakui adanya masalah keuangan dalam kas medianya.
“Saat ini kami sedang mengalami kesulitan keuangan dan kas media kami tidak cukup untuk bertahan dalam beberapa bulan ke depan,” seperti dikutip SketsaNusantara.id.
Akun tersebut pun menggelar open donasi minimal Rp5 ribu untuk memenuhi kebutuhan operasional, membayar hutang hingga royalti penulis.
Hasbil Mustaqim pun langsung mempertanyakan cuitan tersebut pada 5 Oktober 2024.
“Halo @neohistoria_id, saya mau tanya, dasar hukum anda minta donasi apa? Saya pertanyakan ini karena Neo Historia berbadan hukum (PT),” tulisnya.