SketsaNusantara.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut adanya berita hoaks terkait gempa megathrust yang tersebar di kalangan masyarakat.
Belakangan ini, beredar video di media sosial yang menyebut 12 kota di Indonesia termasuk Cilacap dan Semarang, Jawa Tengah diprediksikan akan terkena dampak megathrust.
Informasi tersebut sempat viral, namun kini sudah di-take down dan tak lagi beredar di media sosial karena dinilai telah menyebarkan berita bohong.
Hal ini disampaikan sendiri oleh akun resmi BMKG yang menyebut adanya berita bohong atau hoaks soal megathrust.
Melalui akun Instagramnya, BMKG menghimbau masyarakat untuk tidak langsung percaya dengan berita prediksi gempa megathrust yang beredar di medsos lantaran belum jelas kebenarannya.
"Terkait beredarnya informasi tentang potensi gempa Megathrust yang meresahkan masyarakat belakangan ini, BMKG menegaskan bahwa informasi tersebut bukan berasal dari BMKG dan tidak memiliki dasar ilmiah yang valid," ungkap BMKG sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Instagram @infobmkg yang diunggah pada hari Senin, 7 Oktober 2024.
BMKG menyebut pihaknya tidak pernah merilis soal prediksi terjadinya gempa dan selalu memberikan edukasi mwngenai peringatan dini berdasarkan data ilmiah yang akurat pada masyarakat.
"Sebagai lembaga resmi pemerintah yang bertugas memantau aktivitas gempa bumi dan memberikan peringatan dini tsunami, BMKG selalu menyampaikan informasi yang berdasarkan data ilmiah yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," tulis BMKG.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang bersumber dari pihak-pihak yang tidak resmi dan tidak bertanggung jawab," imbuhnya.
Baca Juga: Rekrutmen KPPS di Kelurahan Sumbersari Terjadi Polemik, KPU Jember Segera Panggil PPS dan PPK
Beberapa pekan sebelumnya, BMKG memang telah beberapa kali mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gempa megathrust di Indonesia, terutama di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.
Megathrust adalah gempa bumi yang terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik dan memiliki potensi kekuatan cukup besar dan dapat menyebabkan kerusakan parah termasuk terjadinya tsunami.