Rombongan mendaki Gunung Slamet via jalur Bambangan, Purbalingga pada Sabtu, 5 Oktober 2024.
3. Baru Dilaporkan Hilang Sehari Kemudian
Rombongan open trip pendakian Gunung Slamet tiba kembali di base camp Bambangan pada Minggu, 6 Oktober 2024 sekitar pukul 21.24 WIB.
Namun ketua rombongan baru melaporkan satu pesertanya belum kembali ke Posko Bambangan pada Senin, 7 Oktober 2024 pukul 11.00 WIB.
Baca Juga: Memakan Korban Jiwa! Tragedi Maut di Gunung Sibayak: Mahasiswa USU Tewas Jatuh dari Tebing 20 Meter
4. Mendaki Gunung Slamet secara Tek Tok
Diketahui rombongan open trip tersebut melakukan pendakian ke Gunung Slamet secara tek tok.
Artinya, rombongan tidak mendirikan tenda, sehingga begitu sampai di puncak langsung turun kembali ke base camp.
Padahal Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.432 di atas permukaan laut.
5. Gunung Slamet Tidak Disarankan untuk Pendakian Tektok
Akun Instagram @slametviabambangan sempat mengunggah postingan berisi anjuran bagi para pendaki tektok.
“Gunung Slamet hampir di semua jalur pendakian kurang rekomended untuk pendakian tektok,” seperti dikutip dari akun X @hi_bayuwiee.
Alasannya, selain ketinggian gunung, juga jalur panjang dan trek yang cukup terjal menjadi salah satu pertimbangan.