news

5 Fakta Insiden Pendaki Perempuan Asal Semarang yang Hilang saat Mendaki Gunung Slamet Jawa Tengah

Selasa, 8 Oktober 2024 | 13:15 WIB
Potret Gunung Slamet di Jawa Tengah (eventdaerah.kemenparekraf.go.id)

Baca Juga: Tragis, Mahasiswa Unnes Ditemukan Tewas Gantung Diri dalam Kamar Kos di Semarang, Tinggalkan Surat Wasiat yang Isinya Bikin Nyesek

Rombongan mendaki Gunung Slamet via jalur Bambangan, Purbalingga pada Sabtu, 5 Oktober 2024.

3. Baru Dilaporkan Hilang Sehari Kemudian

Rombongan open trip pendakian Gunung Slamet tiba kembali di base camp Bambangan pada Minggu, 6 Oktober 2024 sekitar pukul 21.24 WIB.

Namun ketua rombongan baru melaporkan satu pesertanya belum kembali ke Posko Bambangan pada Senin, 7 Oktober 2024 pukul 11.00 WIB.

Baca Juga: Memakan Korban Jiwa! Tragedi Maut di Gunung Sibayak: Mahasiswa USU Tewas Jatuh dari Tebing 20 Meter

4. Mendaki Gunung Slamet secara Tek Tok

Diketahui rombongan open trip tersebut melakukan pendakian ke Gunung Slamet secara tek tok.

Artinya, rombongan tidak mendirikan tenda, sehingga begitu sampai di puncak langsung turun kembali ke base camp.

Padahal Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.432 di atas permukaan laut.

Baca Juga: Akui Sering Naik Gunung dan Terbiasa Membaca Tanda Alam, Rocky Gerung Akui Biasa Saja Ketika Diserang Silfester Matutina

5. Gunung Slamet Tidak Disarankan untuk Pendakian Tektok

Akun Instagram @slametviabambangan sempat mengunggah postingan berisi anjuran bagi para pendaki tektok.

“Gunung Slamet hampir di semua jalur pendakian kurang rekomended untuk pendakian tektok,” seperti dikutip dari akun X @hi_bayuwiee.

Alasannya, selain ketinggian gunung, juga jalur panjang dan trek yang cukup terjal menjadi salah satu pertimbangan.

Halaman:

Tags

Terkini