news

Publik Tidak Sabar Melihat Jokowi Lengser, Sebut Banyak Masalah yang Bakal Diwariskan ke Pemerintah Selanjutnya

Selasa, 8 Oktober 2024 | 13:30 WIB
Publik tak sabar melihat berakhirnya Jokowi sebagai Kepala Negara. (Instagram/@jokowi)

 

SketsaNusantara.id - Berakhirnya masa jabatan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden Republik Indonesia ke-7 rupanya sangat dinanti-nantikan oleh sejumlah kalangan masyarakat.

Banyak masyarakat yang terlihat sudah tidak sabar mengetahui Joko Widodo turun dari jabatannya sebagai kepala negara.

Pelepasan masa jabatan Jokowi sebagai Presiden akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2024 mendatang, dan pada hari tersebut Prabowo Subianto akan dilantik menjadi Presiden ke-8 Republik Indonesia.

Baca Juga: Ragam Ucapan Publik X untuk Jokowi Sebelum Masa Jabatannya Jadi Presiden Selesai: Selamat Kembali ke Asal..

Selanjutnya terkait ketidaksabaran netizen soal berakhirnya pemerintahan Jokowi ditunjukkan pada media sosial X atau Twitter.

Dalam sebuah unggahan akun @ferizanda pada 7 Oktober 2024, memunculkan rentetan alasan berupa masalah yang menjadi penyebab utama mengapa rakyat Indonesia sangat ingin Jokowi lengser.

Pengunggah merasa hanya di era ini rakyat sangat antusias menghitung hari berakhirnya presiden.

Baca Juga: Perjalanan Hidup Jenderal Try Sutrisno Wakil Presiden Indonesia ke-6 yang Viral karena 'Tak Disalami' Jokowi, Pernah Dipaksa Berhenti Sekolah?

"Mungkin baru kali ini rakyat gak sabar menghitung hari-hari terakhir seorang presiden. Apa aja yang bikin rakyat gak sabar melihat kepergiannya...?," tulis akun @ferizanda.

Akun itu kemudian mengumbar 5 alasan kuat yang berupa permasalahan- permasalahan yang dilakukan saat Jokowi memerintah.

Berikut 5 alasan publik ingin segera melihat Jokowi melepaskan jabatan sebagai Kepala Negara.

Baca Juga: Kata Jokowi Soal Pemindahan ASN Kementerian ke IKN, Tunggu Pemerintahan Prabowo-Gibran?

1. Warisan utang sebesar Rp. 8.500 triliun di mana Rp. 1.350 triliun jatuh tempo tahun depan (cicilan pokok utang Rp. 800 triliun dan bunga Rp. 550 triliun)

Halaman:

Tags

Terkini