SketsaNusantara.id - Di akhir masa jabatannya sebagai presiden, Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak punya etika.
Hal itu disampaikan oleh Pakar Politik dan Ilmu Pemerintahan Ryaas Rasyid di podcast Abraham Samad.
Menteri di era pemerintahan Gus Dur itu menyebut masih terbukanya kemungkinan di masa akhir jabatan Jokowi untuk melakukan hal mengejutkan dan merugikan.
"Ini orang tidak punya etika mengenai akhir masa jabatan," kata Ryaas dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Abraham Samad SPEAK UP, yang diunggah 3 Oktober 2024.
Di masa akhir jabatan seorang presiden, lazimnya akan diisi dengan proses evaluasi dan konsolidasi.
Menurutnya, masa-masa tersebut mestinya dimanfaatkan untuk menilai dan mengevaluasi apa yang belum tuntas dikerjakan.
Masa-masa transisi itu juga penting untuk menyampaikan apa yang dapat dilanjutkan kepada penggantinya.
Ryaas juga menyebut adanya sebagian pihak yang menjadi paranoid dengan kemungkinan kebijakan perpanjangan periode yang sebetulnya tidak masuk akal.
"Saking khawatirnya, masih menduga bisa terjadi perpanjangan. Itu kan sudah tidak masuk akal. Sudah paranoid," lanjut Ryaas.
Situasi tersebut menurut Ryaas membuat rakyat semakin stres dan ingin segera melihat Jokowi lengser dari jabatannya.
Padahal, hanya tinggal menunggu hari saja menjelang pelantikan presiden terpilih Prabowo Subianto.