news

Muncul Kekhawatiran Adanya Manuver Jokowi di Akhir Rezim, Ryaas Rasyid Sebut Rakyat Sudah Stres

Sabtu, 5 Oktober 2024 | 06:00 WIB
Ryaas Rasyid sebut masyarakat sudah stres dengan Jokowi. (Tangkap layar Youtube Abraham Samad SPEAK UP)

SketsaNusantara.id - Pakar Politik dan Ilmu Pemerintahan Ryaas Rasyid menyebut rakyat sudah stres dan tidak sabar menunggu momen lengsernya Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri itu, masyarakat sudah keburu menginginkan pergantian tampuk kepemimpinan presiden.

Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber di podcast Abraham Samad yang membahas beragam seruan untuk mengadili Jokowi di masa-masa akhir rezim.

Baca Juga: Ramai Baliho Jokowi dan Iriana Bertuliskan 'Teruslah Menjadi Guru Bangsa', Said Didu: Gurunya Seperti Dia, Muridnya Kayak Apa?

Pasalnya, terjadi fenomena yang lain dari biasanya ketika seorang presiden akan mengakhiri masa jabatan.

Ryaas Rasyid menyebut bahwa masyarakat bukannya takut bahwa kepemimpinan Jokowi akan berakhir. Justru, rakyat mengiginkan rezim ini segera berakhir.

"Ini menggambarkan perasaan rakyat yang benar-benar tidak sabar untuk pengakhiran ini. Mereka sudah lama greget ini. Jadi bukan mereka takut akan berakhir karena sesuatu yang baik baik. Tapi mereka ingin segera berakhir," ujar Ryaas Rasyid dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Abraham Samad SPEAK UP, yang diunggah 3 Oktober 2024.

Baca Juga: Hening Saat Jokowi Dipanggil tapi Tepuk Tangan Kala Prabowo Disebut di Pelantikan Anggota DPR RI 2024-2029, Rocky Gerung: Tragis!

Menjelang masa lengsernya Jokowi yang akan digantikan Prabowo pada 20 Oktober nanti, Ryaas menyebut masih ada peluang untuk melakukan manuver dengan kebijakan yang mengejutkan.

"Karena sisa-sisa waktu ini masih bisa digunakan untuk hal-hal yang mengejutkan kita. Hal-hal yang merugikan kita," ujar Ryaas.

Ryaas juga menyebut Jokowi sebagai orang yang tidak memiliki etika di masa akhir jabatan sebagai presiden.

Baca Juga: Kaesang Kaget Diajak Kunjungan ke Kandang Hendy Siswanto, Putra Jokowi: Semoga Dukungan Penuh ke Gus Fawait

"Ini orang tidak punya etika mengenai akhir masa jabatan," lanjutnya.

Menurutnya, akhir masa jabatan seorang presiden adalah masa konsolidasi untuk menilai apa yang sudah selesai, apa yang belum selesai, serta apa yang mau disampaikan kepada penggantinya.

Halaman:

Tags

Terkini