SketsaNusantara.id - Teuku (15), siswa SMP sekaligus santri di pondok pesantren atau dayah di Desa Pante Ceureumen, Aceh Barat meringis kesakitan di sekujur tubuhnya usai diduga disiram air cabai oleh istri pimpinan ponpes.
Video Teuku yang meringis kesakitan itu pun seketika viral di media sosial dan menjadi perbincangan publik lantaran kondisi tubuh korban yang mengalami perih, membengkak, hingga memerah.
Korban diduga mengalami kekerasan yang dilakukan oleh istri pimpinan Pondok Pesantren Darul H berinisial NN, mengakibatkan Teuku harus dirawat oleh keluarganya karena mengalami cedera.
Perlakuan itu didapatkan korban sebagai sanksi, karena dituduh telah melakukan pelanggaran di lingkungan pesantren.
Sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @Heraloebss, dalam video yang beredar, terlihat sang nenek memandikan cucunya yang merasa kesakitan usai disiram air cabai.
Sementara ibu kandung korban, Marnita mengatakan, anaknya mengalami dugaan kekerasan demikian hingga harus dirawat.
"Anak saya disiram dengan air cabai oleh NN istri dari Pimpinan Pesantren Darul H karena dia dituduh melanggar aturan pesantren. Kejadiannya kemarin sore hari Senin di pesantren," kata Marnita kepada awak media.
Marnita menerangkan, peristiwa yang dialami anaknya pun telah ia laporkan ke Polsek Pante Ceureumen.
Ia pun berharap laporannya segera ditindaklanjuti dan proses hukum atas dugaan kekerasan yang dilakukan oleh istri piminan Ponpes Darul H, NN.
Saat ini kasus yang dialami santri tersebut sedang dalam proses penanganan oleh pihak Polsek Pante Ceureumen.
Sementara itu, Polres Aceh Barat telah menangkap NN (40), istri pimpinan ponpes yang diduga telah melakukan kekerasan dengan menyiramkan air cabai pada salah satu santrinya.