OTK merusak banner, stand mic hingga layar proyektor yang digunakan sebagai fasilitas diskusi FTA.
Baca Juga: Ada Dalang di Balik Pembubaran Diskusi FTA, Rocky Gerung: Tentu Ada yang Menyuruh!
"Tadi adalah kejahatan demokrasi, tapi ketika mereka masuk dan merusak, ini adalah anariksme," ujar Din Syamsuddin saat jumpa pers pasca kejadian.
Forum Tanah Air yang mengagendakan diskusi dengan beberapa tokoh nasional pun gagal dilaksanakan dan berakhir dengan konferensi pers.
Netizen dan para tokoh yang hadir mengkritisi gerak-gerik mencurigakan dari segerombolan preman bermasker.
Terdapat cuplikan video pasca pembubaran OTK keluar dari ballroom hotel, sebelum pulang endingnya pelaku sempat cium tangan polisi.
Din Syamsuddin, Refly Harun, Said Didu dkk saat konferensi pers pun heran mengapa polisi kurang sigap menghalau OTK yang merusak acara.
Alasan pihak keamanan saat itu terfokus pada massa yang unjuk rasa di depan hotel dan tak menyadari jika ada OTK lain yang masuk ke ruang diskusi lewat gerbang belakang.
Warganet turut berkomentar terkait kejadian janggal premanisme dan anarkisme yang menjadi catatan buruk di akhir jabatan Jokowi.
Terutama potret salah satu pelaku yang bersalaman hingga cium tangan polisi.
"Preman dirangkul, mahasiswa dipukul," tulis komentar @MasB***
"Jadi kita tau kan preman d luar sana ga ketangkep juga siapa yg beking," komentar @enjoy***