SketsaNusantara.id - Joko Widodo (Jokowi) akan resmi melengserkan jabatannya sebagai kepala negara yang telah diemban selama 10 tahun pada 20 Oktober 2024 mendatang.
Jokowi pun beberapa kali berpamitan dan meminta maaf sebelum masa jabatannya berakhir.
Hal serupa juga dilakukan Ibu Negara, Iriana Jokowi.
Permintaan maaf itu disampaikan Iriana Jokowi dalam penyuluhan anti narkotika yang diikuti ribuan pelajar di Jakarta.
Iriana berpamitan sekaligus meminta maaf jika selama 10 tahun mendampingi Presiden Jokowi sebagai ibu negara ada salah.
Politikus Rocky Gerung menilai, permintaan maaf Iriana Jokowi dilihat dari keotentikan lebih condong ke sisi batiniah.
Permintaan maaf Iriana Jokowi pun menurut Rocky, lebih personal dibandingkan sang suami, yang notabene adalah kepala negara.
Sebab, sebagai istri dari Jokowi, Iriana mengetahui secara lengkap psikologi dari suaminya, sebagai orang yang intens ada di samping Jokowi.
"Jadi kalau seorang ibu negara mengucapkan kata maaf, itu berbeda dengan permintaan maaf kepala negara, kan kepala negara permintaan maafnya itu tidak terikat secara personal, karena kedudukan ia adalah kedudukan publik," kata Rocky Gerung dikutip SketsaNusantara.id dari Youtube Rocky Gerung Official.
Sementara ibu negara, meskipun tetap memiliki aspek publik, tapi ia tidak memikul beban tanggung jawab seperti yang dibebankan pada suaminya.
"Jadi kita bedakan dulu, semacam diskresi di dalam memperlihatkan sifat keibuan, yang mengerti bahwa situasi hari ini dia alami dan beliau endapkan sebagai seorang ibu yang melihat bagaimana keluarganya mengalami ketidaktenangan, anak-anaknya di-bully, Pak Jokowi juga di-bully, bahkan atau dikritik dengan cara yang sangat tajam tuh,” tuturnya.