"Makanya rakyat menjadi, ya kalau muak gitu mungkin terlalu ini ya, mual ya, mual sedikit lebih rendah dari muak. Itu yang terjadi, karena berlebihan," ucap Mahfud.
Mahfud menyebut bahwa sebelum tanggal 17 Agustus ia memang kerap mengkritik keras sistem, tetapi tidak pernah ditujukan langsung kepada Jokowi.
Namun, sejak ada putusan MK yang dikangkangi oleh DPR pada 20 Agustus, ia mulai menyatakan sikap keras.
"Ketika ada putusan MK yang menyatakan putusan MA itu salah, atau kembali ke undang-undang aslinya, kemudian koalisi partai harus sekian persen. Lalu berusaha dikangkangi oleh DPR dengan tiba-tiba mengeluarkan rancangan perubahan undang-undang yang sudah mati. Dan di situ Pak Jokowi diem lho. Padahal dikatakan ini surat dari Presiden," pungkas Mahfud.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!