"Yang tersisa dari agenda Reformasi, jadi semangat Reformasi itu sudah tidak ada. Di zaman akhir Pak Jokowi ini," ucap Mahfud.
Fenomena yang terjadi belakangan ini dilihat Mahfud sebagai upaya perlawanan.
Ia menyinggung dari kacamata agama Islam, bahwa ada perjuangan secara amar ma'ruf, yakni memberikan nasihat secara baik-baik.
Namun, sekarang ini yang dilakukan adalah perjuangan secara nahi munkar, karena sudah melewati batas dalam merusak demokrasi.
"Nah tapi sekarang orang-orang sudah melakukan nahi munkar karena ya itu tadi, sudah melewati batas di dalam merusak demokrasi," kata Mahfud.
Ia juga membandingkan dengan masa-masa kepemimpinan presiden sebelumnya dengan masa sekarang.
Menurutnya, di masa-masa sebelum Jokowi, tidak ada yang sampai merusak demokrasi dan institusi.
"Nggak ada yang sampai merusak demokrasi dan konstitusi," ujar Mahfud.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!