SketsaNusantara.id - Menjelang lepas jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) menuai banyak kritika, sindiran, bahkan cacian di berbagai media sosial (medsos).
Tak sedikit di antara beragam komentar di medsos itu nadanya mencemooh Jokowi hingga keluarganya.
Di sisi lain, beragam pujian atau apresiasi kepada Jokowi pun sebenarnya tidak sedikit.
Namun, hari-hari menjelang pelantikan Prabowo Subianto sebagai presiden baru, fenomena hujatan kepada Jokowi tampak mencolok.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyampaikan pandangan tentang fenomena tersebut.
Menurutnya, apa yang terjadi sekarang ini adalah kerusakan di bidang demokrasi dan institusi.
Bahkan, levelnya sudah keterlalu, meskipun tidak menghilangkan berbagai prestasi yang dicapai Jokowi.
"Ini kan sudah keterlaluan kerusakan yang dibuat, terutama di bidang demokrasi dan institusi, tanpa menghilangkan prestasi-prestasi yang telah dibuat," ujar Mahfud dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Mahfud MD Official, 24 September 2024.
Mahfud juga menyebut bahwa dalam kondisi sekarang ini sudah pada tataran tidak mengetahui cara memperbaiki kerusakan tersebut.
"Kita tidak tahu bagaimana memperbaiki yang sudah rusak terlalu jauh ini," lanjutnya.
Bertahun-tahun sejak Gerakan Reformasi, Mahfud melihat bahwa semangat itu tidak ada di hari-hari terakhir kepemimpinan Jokowi.