SketsaNusantara.id - Akhirnya setelah sekitar 19 bulan di sandera KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata), pilot Susi Air Philips Mehrtens dibebaskan.
Kini Philips Mehrtens menghirup udara bebas kembali setelah sekian lama berada dibawah sanderadibawah pimpinan Egianus Kogoya yang merupakan panglima komando KKB.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPAS TV, tampak Philips Mehrtens yang berkebangsaan Selandia Baru tersebut sedang melakukan sambungan langsung dengan keluarganya.
Menurut pengakuan pilot Susi Air tersebut, selama ia dalam sandera kelompok pimpinan Egianus Kogoya ia tak pernah mengadakan kontak apapun dengan pihak luar termasuk keluarganya.
Untuk itu saat sudah bebas dan bersama dengan petugas di Mako Brimob Papua ia menampakkan wajah yang terharu ketika akhirnya ia bisa berkomunikasi kembali dengan anggota keluarganya.
Kapten Philips di sandera KKB pada 7 Februari 2023 yang lalu dan Tim Satgas Cartenz yang merupakan Satuan Tugas Operasi Damai Pasukan Gabungan TNI-Polri akhirnya berhasil membebaskannya.
Menurut keterangan pemerintah, sejak Philips Merhtens disandera saat ia menerbangkan masyarakat lokal asli Papua ke daerah Nduga Papua, pemerintah langsung mengadakan negosiasi untuk pembebasannya.
Namun ternyata proses negosiasi membutuhkan waktu yang sangat lama dengan melibatkan sejumlah permintaan dan syarat dari pihak KKB pimpinan Egianus Kogoya.
Pada April 2024, untuk pembebasan Kapten Philips, dikabarkan KKB Papua sempat mengajukan syarat. Dimana syarat yang diajukan saat itu adalah pihak KKB menginginkan ada pihak ketiga dalam negosiasi tersebut yakni PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).
Pihak KKB menginginkan bahwa proses negosiasi untuk pembebasan Kapten Philips difasilitasi oleh PBB sebagai pihak ketiga.
Dalam keterangannya, Brigjend Faizal Ramadhan selaku Kepala Satgas Cartenz tak menyebutkan lebih jauh apa saja tuntutan yang telah dipenuhi sehingga KKB bersedia melepaskan Kapten Philips.