SketsaNusantara.id - Tim siber pengawasan kampanye dipersiapkan oleh Bawaslu Jawa Timur (Jatim) untuk mengantisipasi berbagai ancaman selama Pilkada 2024.
Menurut keterangan anggota Bawaslu Jatim, Dwi Endah Prasetyowati, tim tersebut bakal menerapkan pengawasan di media sosial (medsos).
Ada sejumlah potensi yang biasanya muncul di masa kampanye yang akan berakhir pada September nanti.
Beberapa potensi tersebut antara lain berita bohong alias hoaks, kampanye hitam, dan politisasi SARA (Suku Agama Ras Antargolongan).
Hal itu disampaikan saat mengadakan supervisi di Kota Mojokerto, Senin 16 September 2024.
”Kita akan mencegah potensi munculnya berita bohong, kampanye hitam dan juga politisasi suku, agama, ras dan antargolongan dalam Pemilihan Serentak 2024,” kata Endah.
Oleh karena itu, ia mendorong terciptanya koordinasi antara Bawaslu di kabupaten dan kota bersama lembaga terkait.
Ia menganjurkan koordinasi dilakukan termasuk dengan KPU dalam kaitannya dengan siber.
”Silahkan berkoordinasi dengan kepolisian, kominfo, bakesbangpol, lembaga lain di ditingkat Kabupaten/Kota yang berkaitan dengan siber. Termasuk nanti juga berkoordinasi dengan KPU,” lanjutnya.
Tim siber akan melakukan pengawasan pada medsos berdasarkand ata yang didapatkan sebagai hasil koordinasi dengan KPU.
”Nanti setelah penetapan calon yang dijadwalkan pada tanggal 22 September 2024, Bawaslu Kabupaten/Kota untuk segera berkoordinasi dengan KPU untuk mendapatkan data media sosial bakal pasangan calon yang didaftarkan ke KPU. Nantinya media sosial tersebut juga menjadi objek pengawasan dari tim siber,” pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!