Namun, sayangnya Saleh berhasil melarikan diri sebelum sempa menjalani eksekusi hukumannya hingga dilakukan pencarian.
Seiring waktu dilakukan pencarian, akhirnya tim BNN melakukan pengejaran pada tanggal 2 September 2024 usai menerima laporan dari masyarakat.
Penyelidikan pun dilakukan hingga diketahui Saleh bersembunyi di sekitar wilayah Kampung Puntun, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Proses penangkapan pun berkelit. Saleh yang dijuluki "si kancil" ini menyadari dirinya diincar tim BNN dan lagi-lagi berhasil meloloskan diri.
Sementara itu, salah satu sindikatnya inisial E berhasil ditangkap dan disita uang tunai sebesar Rp 902,5 juta dari hasil bisnis haram dengan Saleh.
Tim BNN kemudian melanjutkan penelusuran dan menemukan petunjuk bahwa Saleh bersembunyi di sebuah rumah yang berada di Rindang Banua Gang Sayur, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Saat rumah persembunyian tersebut digrebek, Saleh kabur dan bersembunyi di sekitar rawa hingga petugas berhasil mengamankannya setelah melepaskan tembakan yang mengenai kaki sang 'Pablo Escobar'.
Petugas berhasil menangkap sindikat lainnya yakni inisial M yang merupakan pemilik rumah dan selama ini menyembunyikan Saleh.
Dari penangkapan tersebut, warga Kampung Puntun, Palangka Raya bersyukur bisa terbebas dari 'sandera' Saleh yang sudah 5 tahun berkuasa hingga disebut sebagai "raja" oleh warga di wilayah tersebut.
Masyarakat juga bersyukur karena generasi muda di Kampung tersebut bisa diselamatkan, dan hidup tenang tanpa bayang-bayang narkoba.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!