Namun, akhirnya pihak KPK membatalkan pemanggilan Kaesang yang membuat masyarakat semakin curiga ada sesuatu di baliknya.
Pihak KPK pun menyebutkan kalau pembatalan pemanggilan Kaesang untuk klarifikasi itu tidak ada tekanan dengan pihak lain.
Padahal sudah ada 2 laporan ke KPK yang masuk soal dugaan gratifikasi yang dilakukan anak presiden.
Kurnia Ramadhana, peneliti ICW atau Indonesia Corruption Watch, pertanyakan soal Kaesang ke Silfester Matutina, selaku orang yang membela dan bersuara di kubu Jokowi.
Potongan video perdebatan dan adu argumen antara Silfester dan Kurnia Ramadhana ramai dibicarakan.
"Silfester Matutina dirujak lagi, kali ini oleh mas Kurnia," tulis postingan @JhonSitorus_18.
Kurnia Ramadhana mengatakan kalau Kaesang sebaiknya klarifikasi ke penegak hukum soal tuduhan gratifikasi jet pribadi, bukan malah bungkam atau menghilang.
Namun Silfester mengatakan kalau urusan klarifikasi ke KPK atau tidak, itu tergantung pihak Kaesang.
"Sebagai seorang anak pejabat publik apakah tidak sebaiknya dia datang ke KPK," ujar Kurnia Ramadhana.
Kurnia mengatakan ada pertanyaan apakah diundang oleh KPK, jawabanya sudah disampaikan oleh Wakil Ketua KPK yang persilahkan Kaesang datang untuk klarifikasi.
"Klarifikasi di lembaga penegak hukum, itu yang harus didorong bang Silfeseter," katanya.