SketsaNusantara.id - Belum lama ini beredar video viral seorang pemuda yang mengaku mendapat pukulan dari petugas pengamanan presiden (Paspampres) usai selfie bersama Presiden Jokowi di Samarinda, Kalimantan Timur.
Peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu, 8 September 2024 saat acara Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) yang dibuka oleh Presiden Jokowi.
Dalam video yang diunggah pertama kali oleh akun Instagram @agung_q114, pemuda yang mengenakan baju kotak-kotak itu tak sengaja merekam momen ketika diperingatkan petugas paspampres hingga mendapat pukulan pada bagian perut.
Sontak video tersebut menuai reaksi dari netizen dan seketika viral di media sosial. Warganet menyayangkan jika memang benar ada pemukulan yang dilakukan paspampres karena tidak dibenarkan adanya kekerasan.
Video viral tersebut juga mendapat respon dari Kolonel Kav Kristiyanto selaku Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI Mulawarman, Kalimantan Timur.
Menurutnya, tindakan pemuda tersebut dinilai membahayakan keselamatan dan keamanan Presiden Jokowi saat itu dan petugas paspampres sudah melakukan tugasnya dengan benar.
Diketahui pemuda yang mengunggah video viral tersebut bernama Yulianus Agung yang merupakan salah satu mahasiswa di salah satu Universitas di Kalimantan Timur.
Dalam penjelasan dari laman res1mi Kodam VI Mulawarman, dijelaskan bahwa Yulianus ternyata mencoba menerobos barisan Paspampres dengan mendorong hingga berteriak minta tolong dengan maksud untuk berfoto dengan Presiden.
Saat itu, Presiden Jokowi melihat Yulianus dan memanggil pemuda tersebut sehingga menyebabkan banyak masyarakat mulai mendekat untuk bisa berkesempatan foto bareng Presiden.
Namun, setelah berfoto dengan Presiden, Yulianus tetap mendekat dengan alasan mengucapkan terima kasih pada Pak Jokowi hingga akhirnya mendapat peringatan dan didekati salah satu personel Paspampres, bahkan ia mengaku kesakitan usai mengaku kena pukul petugas.
Kapendam Mulawarman menyebut bahwa tidak ada pemukulan dalam peristiwa tersebut dan sebetulnya terjadi aksi dorong mendorong hingga Yulianus terkena dorongan salah satu personel paspampres dan mengenai bagian perutnya.