SketsaNusantara.id - Mahfud MD ikut menyoroti dugaan gratifikasi yang diterima Kaesang Pangarep dan Erina Gudono dan masih menjadi polemik belakangan ini.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) RI itu ikut mengomentari hedonisme alias gaya hidup mewah anak dan mantu Presiden Jokowi yang terungkap usai ketahuan naik Jet Pribadi saat perjalanan ke Amerika Serikat.
Pakar Hukum dan Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu juga menyambut baik keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki Kaesang dan Erina Gudono yang diduga menerima gratifikasi dari pihak lain.
"Terkait ribut-ribut masalah perilaku 'hedon' dan flexing (pamer gaya hidup mewah) Kaesang dan Erina Gudono itu memang betul harus diselidiki dalam konteks gratifikasi," tulis Mahfud MD sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Twitter @mohmahfudmd yang diunggah pada hari Rabu, 5 September 2024.
Bukan tanpa alasan, Mahfud MD mengomentari hal ini karena terjadi 'drama' tarik-ulur KPK saat menyelidiki soal gratifikasi yang membuat masyarakat kesal.
Sebelumnya, KPK menyatakan akan menyelidiki laporan masyarakat dan meminta klarifikasi soal dugaan gratifikasi Kaesang usai ketahuan menaiki Jet Pribadi.
KPK menyebut akan memanggil Kaesang, namun proses pembuatan undangan pun dinilai terlalu lama. Terlebih, saat akan dilakukan pemanggilan heboh pula dikabarkan suami Erina Gudono itu menghilang.
Selain itu, DPR RI juga tak ingin KPK membuat gaduh dengan memanggil Kaesang soal Jet Pribadi karena anak Presiden Jokowi itu dianggap bukan pejabat negara sehingga tak perlu adanya klarifikasi.
Terkait hal ini, Mahfud MD menyebut tetap perlu adanya penyelidikan meski Kaesang bukan pejabat negara.
Menurutnya, jika kasus dugaan gratifikasi Kaesang ini lolos tanpa ada penyelidikan dan tindak lanjut dari KPK, maka akan menjadi preseden buruk bagi masyarakat sehingga akan terjadi peristiwa yang sama di kemudian hari.