SketsaNusantara.id - Anom Widiyantoro telah resmi mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Pemalang untuk periode 2024-2029.
Anom Widiyantoro diusung oleh Partai Golkar dan mendapat dukungan dari lima partai lainnya, yaitu PSI, Partai Gelora, Partai Perindo, Partai Hanura, dan Partai Buruh. Bersama pasangannya, Nurkholes, mereka dikenal dengan julukan "An-Nur."
Sebelum mendaftarkan diri ke KPUD Pemalang pada 29 Agustus 2024, Anom dan Nurkholes menggelar deklarasi di Gedung Golkar Pemalang.
Deklarasi ini dihadiri oleh perwakilan partai pendukung dan sejumlah relawan. Keputusan untuk mendaftar di hari terakhir bukan tanpa alasan. Anom menunggu surat rekomendasi resmi dari
Partai Golkar yang baru diterima menjelang penutupan pendaftaran. Selain itu, Anom juga sempat berharap PKB akan bergabung dalam koalisi yang mendukungnya, meski akhirnya PKB memilih mendukung kandidat lain.
"Setelah mendapat rekomendasi dari Golkar, saya masih menanti kepastian dari PKB. Meskipun PKB akhirnya memilih calon lain, saya tetap menghargai proses komunikasi yang terjadi," ujar Anom saat diwawancarai di kediamannya.
Ia mengungkapkan bahwa pengalaman ini memberikan pelajaran berharga baginya dalam memahami dinamika politik.
Lepas Karir di BUMN untuk Pemalang
Langkah Anom untuk maju dalam Pilbup Pemalang bukan keputusan yang mudah. Ia rela meninggalkan karirnya yang sukses di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sebagai profesional di BUMN, Anom telah memimpin salah satu anak usaha BUMN yang sempat mengalami krisis keuangan selama pandemi. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan tersebut berhasil pulih dan kembali meraih keuntungan.
Meskipun berada di posisi yang menguntungkan, Anom memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.