“Tapi dengan mempertimbangan berbagai faktor, kami putuskan untuk tidak mengikuti kontestasi di Jawa Barat,” ucapnya seperti dikutip SketsaNusantara.id.
Anies pun membeberkan 4 pertimbangan yang membuatnya ia mantap menolak ajakan PDIP untuk maju di Pilgub Jabar.
Pertama, Anies menilai tidak ada rakyat Jawa Barat yang memintanya.
Ia pun tak mau menjadi calon drop-dropan yang maju tanpa ada aspirasi rakyat.
Kedua, mantan rektor Universitas Paramadina ini tidak melihat adanya keinginan untuk mengembalikan kondisi yang sudah ada seperti yang ia lihat pada masyarakat Jakarta.
Selanjutnya, Anies Baswedan juga menilai kontestasi Pilkada ini bukan kegiatan mencari kerja.
“Kalau enggak dapet kerjaan A terus pindah pekerjaan B, kemudian diputuskan begitu saja, yang penting saya dapat pekerjaan. Bukan begitu,” ujarnya seperti dikutip SketsaNusantara.id dari channel YouTube Najwa Shihab.
Bagi Anies Baswedan, kontestasi di Pilkada ini adalah tentang memberikan dampak.
Dan terakhir, ia menilai kurang tepat jika ia maju sebagai calon gubernur sementara rekan seperjuangannya, Ahmad Syaikhu juga turut serta.
Ahmad SYaikhu sendiri adalah presiden PKS yang mengusungnya saat Pilres 2024 lalu.
“Tidak tepat bila saya menyatakan diri sebagai calon gubernur, berhadapan dengan teman seperjuangan,” imbuhnya lagi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!